Minggu, 08 November 2020

Teaching for Thinking

Saat menatap tulisan ini pertama kalinya, saya tertegun cukup lama. Seperti tertampar, bahwa lagi-lagi saya melakukan malpraktik saat mendidik siswa. Selama ini saya hampir selalu mengajar agar anak dapat ilmu, seperti mencekoki... Dan satu kalimat ini menyadarkan saya.
Bahwa mengajar sejatinya untuk membangkitkan pemikiran, membangun keingintahuan, membuat mereka menganalisa dunia secara kritis, dan menemuka jawaban dalam konteks keseharian. Dimana setiap pengetahuan memiliki keterkaitan dalam setiap kehidupan, dengan cara-cara tertentu yang memberi makna yang juga akan berbeda bagi setiap individu.
Guru hanya fasilitator, perantara, pendorong bagi siswa, mengajar untuk berpikir... Bukan mengajar untuk pintar. Pintar, cerdas dan kebijaksanaan akan lahir secara alami dari proses berpikir yang tepat. 
Dan hari ini saya kembali mengingat kalimat ini. Saya tidak bisa memaksakan diri mengajarkan orang lain sesuatu hal untuk dilakukan sepenuh hati, jika dia tidak tertarik memikirkan hal tersebut. Ketertarikan dengan kata lain keingintahuan membuat mereka mengekplorasi dalam-dalam pemikirannya dan menemukan harta karun berharga yang menurut saya disebut konsep/ilmu yang tentunya bisa diterapkan. Jika "berpikir" tidak lahir dalam proses "mengajar" yang kita lakukan... Berarti kita salah jalan...


#refleksipendamping
#CGPkuKokGitu...

1 komentar:

  1. Terima kasih Bu, seperti muhasabah, introspeksi, menoleh sejenak ke belakang, kemudian menyadari apa yang kurang tepat dari pengajaran selama ini.

    BalasHapus

Silahkan Berikan Komentar Anda di Sini

Most Fav

Program pendidikan Guru Penggerak, Pendampingan individu Perdana

Pertama kali berkeliling, berkunjung dan bersilahturahmi langsung dengan para Calon Guru Penggerak dan kepala sekolah di sekolahnya masing-m...