Senin, 28 September 2020

Sky is the limit


Mendapat sebundel surat undangan pembekalan tahap 2 pendamping guru penggerak angkatan 1. Saya segera mengurus perizinan dan tiket pesawat. Sebelumnya saya mengecek dulu standart biaya umum perjalanan dinas medan-jogja apakah dimasa covid ini mengalami peningkatan. Kemudian mencari penerbangan tersebut. Ternyata buat naik "burung besi kebanggaan Indonesia" standart harganya terlalu tinggi dan terlihat tidak memungkinkan untuk kompromi, akhirnya memilih airline satunya bersama rekan-rekan pendamping guru penggerak seprovinsi. Kami sepakat dengan airline yang sama.
Namun ternyata malam sebelum keberangkatan maskapai yang kami pesan mengirimkan pesan pembatalan penerbangan. Kami kocar kacir mencari tiket baru untuk berangkat besok pagi. Kecepatan jari berperan penting disini. Siapa yang cepat memencet tombol pemesanan dia yang akan mendapatkan kursi. Alhamdulillah saya dapat penerbangan dengan durasi transit paling singkat, ketibaan paling cepat dan harga tiket yang masuk akal. Sementara teman lainnya tidak dan memesan penerbangan maskapai lain.
Rute KNO-PlG-YIA, pengaturan kursi yang membuat penumpang berjauhan. Saya duduk sendiri sesuai protokol covid19. Sendiri menatap langit dan mengenang masa dimana saya pernah jadi kenek di pesawat maskapai ini. Dulu pesawat yang saya miliki lisensi kenek-nya type widebody Airbus A300, A330, Boeing 747-200, 300 dan 400. Yang saya naiki hari ini Bombardier yang imut. Menatap langit di pax seat paling bontot, memberikan saya banyak waktu untuk sentimentil bernostalgia. 
Sampai di YIA yang super besar dan terasa sangat lengang, tanpa ragu saya mencari kendaraan umum. Ini pertama kali saya mendarat di YIA walaupun sudah berulang kali ke jogja. Bandara adi sucipto yang kecil dan di tengah kota mengingatkan saya pada polonia yang saat ini sudah dinonaktifkan. Saya memilih shuttle yang membawa saya ke hotel yang dituju. Hanya sendiri, karena sepinya penerbangan di masa covid ini 
Sampai di hotel di sambut protokol hotel dan mendaftar ke panitia kementerian dan langsung rehat di kamar yang sangat nyaman. InsyaAllah saya akan betah di kota ini dan mengikuti pembekalan ini. Sambil memikirkan solusi jadwal yang bentrok dengan Coaching pembatik yang dimulai kamis nanti. 

1 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda di Sini

Most Fav

Program pendidikan Guru Penggerak, Pendampingan individu Perdana

Pertama kali berkeliling, berkunjung dan bersilahturahmi langsung dengan para Calon Guru Penggerak dan kepala sekolah di sekolahnya masing-m...